PRAMUKA KOTA PEKALONGAN – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah menyelenggarakan Renungan Peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia Tahun 2021. Kak Sri Sultan Hamengku Buwono IX, kami di Gerakan Pramuka biasa memanggilnya Kak Sultan. Perjuangannya diakui sebelum dan setelah kemerdekaan Indonesia, sehingga pantas ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dan Bapak Bangsa Indonesia. Di dunia ini, banyak orang berharap uang, pamrih dari jabatan, namun tidak dengan Kak Sultan.
Di awal kemerdekaan misalnya, Kak Sultan menyumbang 6,5 juta Gulden untuk membiayai kebutuhan pemerintah Indonesia di masa-masa yang teramat sulit. “Yogyakarta sudah tidak punya apa-apa lagi, silahkan lanjutkan pemerintahan ini di Jakarta,” ucap Kak Sultan ketika menyerahkan uang tersebut. Hal ini membuat Presiden Soekarno tak sanggup menahan air matanya.
Berdiri dan hidupnya Gerakan Pramuka di 34 Provinsi, 514 Kota/Kab, hingga seluruh kecamatan, kelurahan dan sekolah-sekolah di Indonesia, bahkan di luar negeri hari ini tidak terlepas dari peran Kak Sultan. Sebelum organisasi ini berdiri misalnya, Kak Sultan menjadi Panitia yang merumuskan AD-ART dan Pembentukan Gerakan Pramuka.
Kak Sultan sosok yang ikhlas mengabdi di Gerakan Pramuka. Ia juga rela mengeluarkan banyak materi untuk kemajuan Gerakan Pramuka. Saat menjabat sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Sultan juga pernah menyerahkan satu unit mobil sedan Holden Statesman miliknya. “Silahkan dilelang mobil ini, dan hasilnya masukkan ke kas panitia,” ujar Kak Sultan kepada panitia penggalangan dana Gerakan Pramuka pada 1974.
Kak Sultan banyak diberikan penghargaan oleh berbagai lembaga, baik dalam negeri maupun luar negeri. Boy Scouts of America pada 1973, misalnya, memberikannya penghargaan Silver World Award. World Scout Berau pada 1974 memberikannya penghargaan tertinggi yaitu Bronze Wolf Award. Di Munas Gerakan Pramuka tahun 1988 di Dilli, Timor-Timor (kini Timor Leste), Kak Sultan mendapatkan penghargaan tertinggi di Gerakan Pramuka berupa Lencana Tunas Kencana. Ia juga mendapatkan gelar Bapak Pramuka Indonesia.
Zaman telah berubah, namun syarat kemajuan organisasi tetap tidak bisa berubah sampai kapanpun, yaitu keikhlasan pemimpinnya. Keikhlasan tersebut telah ditanamkan oleh Kak Sultan sejak berdirinya Gerakan Pramuka. Setelah diamanahi sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka oleh Presiden Soekarno pada 1961, Kak Sultan langsung bekerja. Kak Sultan mengimbau agar setiap Provinsi membentuk Kwartir Daerah. Imbauan ini disambut baik oleh seluruh Provinsi. Perlahan namun pasti Gerakan Pramuka menjadi pilihan utama pembentukan karakter generasi muda di berbagai daerah, dengan ciri khas kegiatan luar ruangannya yang membahagiakan anak-anak Indonesia.
Ketika kegiatan bakti, ada ratusan ribu Pramuka yang saat teman-teman seusianya merayakan malam pergantian tahun, namun Pramuka justru sibuk di jalan melawan debu demi lancarnya lalu lintas. Pramuka dan keikhlasan adalah dua kata yang sampai kapanpun tidak bisa dipisahkan. Di usia Gerakan Pramuka pada tahun 2021 ini, tantangannya semakin beragam. Generasi hari ini perlu visi kuat serta akhlak yang baik. Salah satu metode paling efektif dalam pendidikan budi pekerti adalah dengan menyampaikan fakta-fakta keteladanan dan keikhlasan.
Tanggal 12 April merupakan salah satu perinagatan besar bagi Gerakan Pramuka. 12 April diperingati sebagai Hari Bapak Pramuka Indonesia atau disebut sebagai Hari Sri Sultan Hamengku Buwono IX (HB IX Day). Penetapan tanggal 12 April sebagai Hari Bapak Pramuka Indonesia dilakukan melalui Munas X Gerakan Pramuka Tahun 2018 dan tertuang dalam Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 046 Tahun 2018 Tentang Peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia.
Upacara Peringatan Hari Bapak Pramuka Indonesia Tingkat Kwarda Jawa Tengah Tahun 2021 diikuti oleh seluruh Kwarcab se-Jawa Tengah secara virtual dengan khidmat, termasuk Kwarcab Kota Pekalongan yang mengikuti renungan kali ini secara terpusat di Sanggar Bakti Pramuka Kwarcab Kota Pekalongan yang diselenggarakan pada tanggal 11 April 2021 pukul 19.30 WIB s.d. selesai.